Monthly Archives: May 2017

TUGAS MPI 3 SOAL

Business Intelligence adalah sebuah proses untuk melakukan ekstraksi data-data operasional perusahaan dan mengumpulkannya dalam sebuah data warehouse.
Knowledge Managament adalah usaha untuk meningkatkan pengetahuan yang berguna dalam organisasi, diantaranya membiasakan budaya berkomunikasi antar personil, memberikan kesempatan untuk belajar, dan menggalakan saling berbagi knowledge. Dimana usaha ini akan menciptakan dan mempertahankan peningkatan nilai dari inti kompetensi bisnis dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada.
Data warehouse adalah metode dalam perancangan database, yang menunjang DSS(Decission Support System) dan EIS (Executive Information System).

Korelasi
Pada suatu perusahaan yang akan membangun sebuah sistem pasti merancang database menggunakan metode data warehouse karena data warehouse menunjang (Decission Support System) dan EIS (Executive Information System). Sebelum database dikembangkan, akan melalui proses business intellegence atau pengekstraksian data-data operasional perusahaan lalu dikumpulkan ke dalam data warehouse. Jika sistem sudah jadi, saatnya perusahaan meningkatkan pengetahuan yang dapat mempertahankan peningkatan nilai dari inti kompetensi bisnis dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada.

Bagaimana mengekstraksi tacit menjadi eksplisit?
Pengetahuan tacit merupakan pengetahuan yang sulit dijelaskan dalam kata-kata. Ada beberapa cara untuk mendapatkan pengetahuan tacit, antara lain : mewawancarai para ahli, belajar dengan diberitahukan, dan belajar dengan observasi. Jika seseorang sudah mendapatkan pengetahuan itu, kemudian menerjemahkannya ke dalam pengetahuan eksplisit atau pengetahuan yang nyata seperti : prosedur. Pengetahuan eksplisit bisa dalam bentuk tulisan atau buku. Sehingga memudahkan dalam penerapan pengetahuannya.

Bagaimana cara dokter-dokter spesialis jantung yang ada di tiap-tiap rumah sakit dapat terintegrasi?
Dengan menerapkan knowledge management, maka dokter-dokter akan dengan mudah berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Karena knowledge management tidak hanya untuk perusahaan, namun antar personil pun bisa.

Quiz Kommas no 5

Pertanyaan :

Jika personalisasi pengalaman situs web pelanggan merupakan faktor kunci keberhasilan, maka proses pembuatan profil elektronik untuk melacak pelaku situs web pengunjung diperlukan. Apakah Anda setuju atau tidak setuju dengan pernyataan ini? Jelaskan jawabanmu.

Jawab :
Saya setuju, karena suatu situs web yang mencapai keberhasilan adalah situs yang sering dikunjungi oleh pengunjung yang akan mendapat tempat atau urutan pertama jika pengunjung mencari kata kunci dari situs tersebut. Dan untuk mengetahui berapa banyak pengunjung yang mengunjungi suatu situs dapat dilihat dari profil pengunjung. Data profil pengunjung dapat dilihat dimana saja dan akan dianalisis untuk pembuatan profil elektronik. Namun, tidak semua situs web memiliki perlindungan privasi yang kuat, hal tersebut memungkinkan terjadinya kejahatan dunia maya atau cyber crime. Maka dari itu, suatu web seharusnya dapat melindungi privasi pengunjung agar tidak terjadi kejahatan yang tidak diinginkan.

 Apakah Anda akan melakukannya sendiri, dan apakah Anda akan melakukan outsourcing ke pengembang web atau perusahaan hosting? Mengapa?
Untuk mengembangkan bisnis e-commerce yang sukses, persyaratan toko web ini harus diimplementasikan oleh perusahaan atau web store layanan hosting.
1. Mengembangkan toko web
– Membangun
Desain situs web
Situs desain template
Desain layanan pelanggan
Situs web hosting
– Pasar
Halaman iklan web
Email promosi
Iklan web pertukaran dengan afiliasi situs
Mesin pencari pendaftaran dan optimasi
2. Melayani pelanggan Anda
– Melayani
Halaman web yang dipersonalisasi
Katalog multimedia dinamis
Mesin pencari katalog
Perawatan belanja terpadu
– Transaksi
Proses pesanan yang fleksibel
Kredit dan pengolahan
Pengiriman dan perhitungan pajak
Pemberitahuan pesanan e-mail
– Mendukung
Situs web online
Perbaikan e-mail pelanggan
Kelompok diskusi e-mail layanan pelanggan dan chat room
Link ke situs terkait
3. Mengelola toko web
– Mengelola
Statistik penggunaan situs web
Laporan penjualan dan inventaris
Manajemen akun pelanggan
Link ke sistem akuntansi
– Beroperasi
24×7 situs web hosting
Dukungan teknis online
Kapasitas jaringan terukur
Redudant servis dan power
– Melindungi
Perlindungan password pengguna
Pemrosesan pesanan enerypted
Administrasi situs resmi enerypted
Firewall jaringan dan monitor keamanan

Jawab :
Saya tidak akan melakukan sendiri, melainkan saya akan bekerja sama dengan pengembang web. Karena, web akan lebih terjaga jika dilakukan atau dipegang oleh pengembang web yang tentu sudah ahlinya. Karena di dalam web tersebut terdapat privasi pelanggan yang harus dilindungi. Saya juga akan melakukan kerja sama dengan programmer, supaya jika web tersebut di hacker oleh pelaku yang tidak bertanggung jawab, maka programmer akan dengan cepat melakukan tindakan dari kejadian tersebut. Sehingga, privasi pelanggan dapat terjaga dengan baik.

Implementasi Sistem ERP

 Konsep Dasar ERP

ERP (Enterprise Resource Planning) merupakan software yang mengintegrasikan semua departemen dan fungsi suatu perusahaan, baik departemen penjualan, HRD, produksi, atau keuangan. Konsep ERP dapat dijalankan dengan baik jika didukung aplikasi dan infrastruktur komputer baik hardware/software.
Syarat terpenting dari sistem ERP adalah integrasi yang maksudnya yaitu menggabungkan berbagai kebutuhan pada satu software dalam satu logical database. Database yang ada dapat mengijinkan setiap departemen dalam perusahaan untuk menyimpan dan mengambil informasi yang dapat diakses dan mudah disebarluaskan.     Sistem ERP adalah sebuah terminologi yang diberikan kepada sistem informasi yang mendukung transaksi atau operasi sehari-hari dalam pengelolaan sumber daya perusahaan. Tujuan sistem ERP adalah untuk mengkooordinasikan bisnis organisasi secara keseluruhan.
 

Modul-modul standar ERP :
a. Keuangan
b. Akuntansi Finansial
c. Kontrol
d. Fised Asset Management
e. Logistik
f. Sumber Daya Manusia
g. Business Process Support
h. Rantai Pasokan (SCM = supply chain management)
i. Dukungan E-Commerce

Beberapa Software Enterprise Resource Planning (ERP) :
1. SAP AG
Modul-modul dalam SAP AG :
a. SAP Business Suite
b. SAP CRM
c. SAP SCM
d. SAP SRM
e. SAP PLM
Kelebihan software ERP SAP AG :
a. Sudah mendukung transaksi e-commerce melelui internet
b. Menghemat waktu, biaya dan sumber daya
c. Terintegrasi
d. Modul lengkap
e. Penguasa produk ERP
Kekurangan software ERP SAP AG :
a. Perangkat lunak kompleks
b. Akses data
c. Waktu untuk menyebarkan
d. Biaya perawatan tinggi
e. Implementasi perangkat lunak beresiko tinggi
Feature yang terbaru :
a. SAP Business One
b. SAP All-in-One
Perusahaan yang sudah memakai SAP AG :
a. Ajinomoto Indonesia
b. Astra Honda Motor, PT
c. Bank Mandiri
d. Bank Rakyat Indonesia, PT
e. BMW Indonesia, PT
f. Combiphar, PT
g. Dirgantara Indonesia
h. PT Freeport Indonesia
i. PT Telkom

2. Oracle
Modul-modul pada oracle :
a. Oracle E-Business Suite
b. Peoplesoft Enterprise
c. JD Edward EnterpriseOne
d. JD Edwards World
e. CRM
Kelebihan Oracle :
a. Menawarkan berbagai produk dalam bentuk package Oracle ERP
b. Berfokus pada solusi e-business
c. Client/server environment
d. Multiuser
e. Connectibility
f. Availability
Kekurangan Oracle :
a. Harga lisensi mahal
b. DBMS yang rumit
c. Beroperasi pada satu database
d. Sulit dan lambat
e. Struktur aplikasinya hanya untuk perusahaan yang berbasis web
Feature terbaru :
a. Oracle Database 12c
Perusahaan yang sudah memakai Oracle :
a. Telkomsel
b. PT Metrodata Electronics

3. Axapta
Modul-modul pada Axapta :
a.Modul Financial
b.Modul Distributon
c. Modul Project
Kelebihan Axapta :
a. Mudah diintegrasi dengan produk Microsoft lainnya
b. Fleksibel dan mudah dimodifikasi
c. Mampu memperluas areal bisnis di internet
d. Terjangkau bagi perusahaan kelas menengah ke bawah
Kekurangan Axapta :
a. Modul kurang lengkap
b. Cocok digunakan pada platform Windows
Feature terbaru :
a. Mocrosoft Dynamics AX 2012
Perusahaan yang sudah memakai Axapta :
a. PT Mowilex

4. Compiere
Modul-modul :
a. Manajemen hubungan pelanggan
b. Quote untuk Tunai
c. Daftar permintaan-to-Pay
d. Partner Relations Management
e. Warehouse
f. Supply Chain Management
g. Performance Analysis
h. Double-entry Pembukuan
i. Work-aliran-Manajeme
j. Web Store
Kelebihan compiere :
a. Implementasi cepat
b. Benar-benar terintegrasi
c. Aman dari kegagalan
d. Global market
e. Smart user interface
Kekurangan compiere :
a. Tidak tersedia WebUI
b. Tidak tersedia PDF exporter
c. Tidak bisa pakai oracle standard atau profesional
Feature terbaru :
a. Compiere versi 3.0
Perusahaan yang sudah memakai :
a. Pharma Trade Healthcare EURL, France
b. Midwest Industrial Services Inc
c. Donau Verlag, Munster, Germany
d. LHI Technology : Singapore
e. Nisshinbo Automotive Inc. Covington, GA
f. Reifen, Germany
g. Motiwak, Brazil

5. Adempiere
Modul-modul :
a. Quote to Cash
b. Requsition to Pay
c. Supply Chain Management
d. Customer Relationship Management (CRM)
e. Performance Analysis
Kelebihan Adempiere :
a. Fleksibilitas yang tinggi
b. Memfasilitasi multi-currency, multi-language, multi-organization, multi-accounting, multi-costing, dan multi-taxes
c. Dapat di upgrade ke versi terbaru tanpa mengubah data
d. ERP multiplatform dan portable
e. Dilengkapi dengan User Interface berbasis web
Kekurangan Adempiere :
a. Bukan aplikasi yang siap pakai
b. Implementasi membutuhkan proses setup, konfigurasi dan konstumisasi agar benar-benar sesuai dengan proses bisnis di perusahaan
Feature terbaru :
a. Sales
b. Acounting
c. Material Management
d. Multi Organizatio
e. Multi currency
f. Multi Price List
g. Multi Company
h. Multi Language
Perusahaan yang sudah memakai Adempiere :
a. Perusahaan Distribusi dan Jasa
b. Manufaktur
c. Otomotif
d. Ritel
e. Pertambangan

6. JD Edwards
Modul-odul JD Edwards :
a. Accounts Payable
b. Accounts Receivable
c. General Accounting (G/L)
d. Inventory Management
e. Manufacturing
f. Procurement
g. Sales Order Management
Kelebihan JD Edwards :
a. Menghemat waktu dan biaya
b. Folosofi platform terbuka dan karakteristik sistem terbuka antar modul aplikasi
c. Solusi dadi perusahaan yang masih berkembang
Kekurangan JD Edwards :
a. Bukan aplikasi open source melainkan aplikasi komersil dimana user yang memakainya harus membeli lisensinya
Feature terbaru :
a. Analytics
b. HCM
c. Manufacturing
Perusahaan yang sudah memakai :
a. PT. Semen Gresik

7. Openbravo
Modul-modul :
a. General set up
b. Master data management
c. Warehouse management
d. Procurement management
e. Project and service management
f. Production management
g. Sales management
h. Financial management
Kelebihan Openbravo :
a. Fully function
b. Integrated
c. Web based
d. Adapted to you need
e. Open source
f. Revolutionary architecture
g. Modular
Kekurangan Openbravo :
a. Belum dapat diintegrasikan dengan CRM (Customer Relationship Management).
b. Masih tahap pengembangan
c. Belum dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan hubungan dengan para pelanggan atau customer-nya.
Feature terbaru :
a. Procurement Management
b. Warehouse Management
c. Production Management
d. Sales Management
e. Project & Service Management
f. Customer Relationship Management
g. Financial Management
h. Master Data Management
Perusahaan yang sudah memakai Openbravo :
a. Usaha-usaha kecil

Sumber :

http://agungmyusuf.blogspot.co.id/2015/04/adempiere-software-erp.html

https://wildanwajdirahman.wordpress.com/2015/04/16/aplikasi-erp-jd-edwards/

https://kuliahitblog.wordpress.com/2016/02/03/perusahaan-perusahaan-yang-menggunakan-aplikasi-erp/

https://mudahkomputer.blogspot.co.id/2015/12/mengenali-aplikasi-bisnis-yang.html

https://jeanneroselia.wordpress.com/2013/07/19/macam-macam-software-erp/

https://anisahsh.wordpress.com/2015/08/22/penjelasan-erp-enterprise-resource-planning/

http://lsi.si.fti.unand.ac.id/openbravo/

 

Business Intelligence

Istilah intelijen bisnis (bahasa Inggris: business intelligence, BI) merujuk pada teknologi, aplikasi, serta praktik pengumpulan, integrasi, analisis, serta presentasi informasi bisnis atau kadang merujuk pula pada informasinya itu sendiri. Tujuan intelijen bisnis adalah untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis.

Sistem BI memberikan sudut pandang historis, saat ini, serta prediksi operasi bisnis, terutama dengan menggunakan data yang telah dikumpulkan ke dalam suatu gudang data dan kadang juga bersumber pada data operasional. Perangkat lunak mendukung penggunaan informasi ini dengan membantu ekstraksi, analisis, serta pelaporan informasi. Aplikasi BI menangani penjualan, produksi, keuangan, serta berbagai sumber data bisnis untuk keperluan tersebut, yang mencakup terutama manajemen kinerja bisnis. Informasi dapat pula diperoleh dari perusahaan-perusahaan sejenis untuk menghasilkan suatu tolok ukur.

Karakteristik Business Intelligence

Sistem Business Intelligence yang baik mempunyai berbagai karakteristik (Stevans,2008), diantaranya :

1. Tujuan utama

Seluruh sistem komputer mempunyai tujuan utama bagi seluruh pengguna sesuai dengan kebutuhan penguna masing-masing.

2. Ketersediaan data yang relevan

Masalah ketersediaan data merupakan poin yang paling penting dalam sistem business intelligence yang efektif. Dalam proses pembuat keputusan sering terjadi penyampaian informasi yang tidak lengkap atau bahkan yang tidak sebenarnya. Namun dengan dukungan BI, ketersediaan data yang relevan dapat diatasis ehingga dapat menyuguhkan data-data yang relevan.

3. Kemampuan

Dalam hal ini terdapat kemampuan BI yang paling utama yaitu dapat memberikan kemudahan akses untuk informasi terbaru dari bisnis yang berjalan serta peluang yang diproyeksikan, selain itu Bi dapat memenuhi kapabilitas untuk melakukan analisis dan memenuhi permintaan pengguna

4. Struktur Pendukung

Dalam BI, sistem pendukung didalamnya tidak hanya terdiri dari hardware dan software, namun juga terdiri dari suatu proses yang dibuat untuk pengambilan keputusan yang lebih baik serta untuk menentukan strategi untuk misi dan tujuan kedepan.

Komponen Dasar BI

Pada dasarnya komponen BI mencakup, gathering, storing, analysing dan providing access to data.

Komponen BI

Komponen BI

 

Arsitektur Sistem Business Intelligence

Menurut Inmon (2002) yang dikutip oleh Niu (2009), pada umumnya sistem business intelligence terdiri dari empat level komponen dan modul manajemen metadata. Komponen-komponen saling berinteraksi untuk memfasilitasi fungsi dasar business intelligence: mengekstrak data dari sistem operasional perusahaan, menyimpan data yang sudah diekstrak kedalam datawarehouse, dan menarik data yang disimpan untuk berbagai aplikasi analisis bisnis.

  • Level sistem operasional.

Sebagai sumber data dari sistem business intelligence, sistem operasional bisnis pada umumnya menggunakan sistem online transaction processing (OLTP) untuk mendukung kegiatan bisnis sehari-hari. Pada umumnya sistem OLTP adalah sistem penerimaan order pelanggan, sistem keuangan, dan sistem sumber daya manusia.

  • Level akuisisi data.

Pada level ini adalah komponen pra proses terdiri dari 3 tahapan yaitu : ekstraksi, transformasi, dan memasukkan (ETL). Sebuah perusahaan memiliki beberapa sistem OLTP yang menghasilkan jumlah data yang sangat besar. Data tersebut pertama kali diekstrak dari sistem OLTP oleh proses ETL dan kemudian ditransformasi sesuai dengan aturan transformasi. Apabila data yang sudah ditransformasi  maka data tersebut dimasukkan ke data warehouse. ETL merupakan komponen dasar dari sistem business intelligence karena kualitas data dari komponen lain tergantung pada proses ETL. Dalam perancangan dan pengembangan ETL, kualitas data, fleksibilitas sistem dan kecepatan proses adalah perhatian utama.

  • Level penyimpanan data.

Data yang telah diproses oleh komponen ETL disimpan dalam data warehouse dimana biasanya diimplementasikan dengan menggunakan tradisional sistem manajemen database (RDMS). RDMS didesain untuk mendukung proses transaksi, sangat bertolak belakang dengan data warehouse berfokus kepada subyek, varian waktu dan disimpan secara terintegrasi. Skema star dan snowflake merupakan skema data warehouse yang paling populer. Apapun skema yang dipakai, tipe tabel pada data warehouse adalah fact tables dan dimension tables.

  • Level analitis.

Berdasarkan data warehouse, berbagai macam aplikasi analitikal telah dikembangkan. Sistem business intelligence mendukung 2 tipe dasar dalam fungsi analitikal: pelaporan dan online analytical processing (OLAP). Fungsi pelaporan menyediakan manajer berbagai jenis laporan bisnis seperti laporan penjualan, laporan produk, dan laporan sumber daya manusia. Laporan dihasilkan dari menjalankan queries kedalam data warehouse. Data warehouse queries pada umumnya sudah didefinisikan oleh pengembang data warehouse. Laporan yang dihasilkan oleh sistem business intelligence biasanya memiliki format yang statis dan berisi tipe data yang pasti.

Contoh Masalah dalam Bisnis Intelligence

Berbagai macam contoh Masalah yang bisa diatasi hanya dengan menggunakan Bisnis Intelligence antara lain sebagai berikut:

a. Manager Promosi ingin menganalisis pengaruh tiap jenis media iklan di koran, majalah, dan TV terhadap penjualan produk.

b. Manager HRD dapat menganalisis pengaruh kenaikan gaji terhadap peningkatan produktivitas pekerja di lantai pabrik.

c. Manajer Penjualan ingin mengetahui pengaruh musim dan kepadatan penduduk terhadap penjualan es krim di tiap daerah.

Keuntungan Bisnis Intelligence:

Ada 7 keunggulan utama BI yang akan memberikan value bagi perusahaan adalah sebagai berikut:
a. Konsolidasi informasi dengan BI dijalankan di dalam perusahaan, data akan diolah dalam satu platform dan disebarkan dalam bentuk informasi yang berguna (meaningful) ke seluruh organisasi.

b. In-depth reporting Software Business Process Management (BPM) memang mampu memberikan report dan analisis, namun cukup sederhana dan hanya bertolak pada kondisi intern. Sedangkan BI mampu menyediakan informasi untuk isu-isu bisnis yang lebih besar pada level strategis.

c. Customized Graphic User Interface (GUI) yang user friendly.

GUI di dalam BI dapat di customize, sehingga tampilan GUI jauh dari kesan teknis dan memberikan view of business sesuai dengan keinginan masing-masing user.

d. Sedikit masalah teknis. Ini karena sifatnya yang user friendly meminimasi kemungkinan operating error dari user, dan BI hanya merupakan software pada layer teratas (information processing) dan bukan business process management.

e. Biaya pengadaan rendah karena BI hanya software yang bekerja pada layer teratas dari pengolahan informasi, harga software-nya tidak semahal ERP. Biaya pengadaannya pun menjadi lebih murah dibandingkan ERP. Apalagi saat ini banyak ditunjang juga oleh produk BI yang open source.

f. Flexible. Databank BI membuka kemungkinan untuk berkolaborasi dengan ERP sebagai pemasok databank yang akan diolah menjadi reports dan scorecard, namun BI juga dapat bekerja dari databank yang dibuat terpisah. BI pun menjadi terbuka untuk digunakan oleh analis profesional dan peneliti, yang data olahannya bersifat sekunder.

g. Responsiveness. Sifat BI lain yang tidak dimiliki oleh ERP adalah dalam hal kecepatan (responsiveness). Misalnya pada penghitungan service level sebagai salah satu Key Performance Indicator (KPI). Fungsi BI akan memberikan peringatan kepada user sebelum batas bawah dalam service level (lower limit) terlampaui. Akibatnya masalah bisa ditangani sebelum benar-benar muncul ke permukaan. Salah satu contoh Responsiveness pada industri kesehatan, penggunaan BI berjasa mencegah penyebaran suatu penyakit/wabah secara luas (outbreak).

Referensi : http://bisnisonlineratih.blogspot.com/2013/10/business-intelligence.html

Knowledge Management

1.    Pengertian Knowledge Management
Knowledge Management ialah suatu rangkaian kegiatan yang digunakan oleh organisasi atau perusahaan untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui dan dipelajari dalam sebuah organsisai.
Kegiatan ini biasanya terkait dengan objektif organisassi dan ditujukan untuk mencapai suatu hasil tertentu seperti pengetahuan bersama, peningkatan kinerja, keunggulan kompetitif atau tingkat inovasi yang lebih tinggi.
Konsep Knowledge Management ini meliputi pengelolaan Sumber Daya Mansuia (SDM) dan teknologi informasi (IT) dalam tujuannya untuk mencapai organisasi perusahaan yang semakin baik sehingga mampu memenangkan persaingan bisnis
2.    Tipe Knowldege
o   Tacit, sulit untuk dijelaskan dalam kata-kata ataupun digambarkan. Contoh pengalaman, pemikiran, komitmen, perbuatan. Sifatnya aktif. (sharing f2f, beradaptasi, mentoring)
o   Eksplisit, konten yang telah ditangkap dalam bentuk nyata yang sama seperti kata-kata, rekaman audio, atau gambar. Contoh data, informasi, rekaman. Sifatnya pasif. (bikin SOP, guideline, transfer Knowlegde via produk atau dokumentasi).
3.    Elemen – Elemen Knowledge Management
1.  People
Knowledge Management berasal dari orang. People merupakan bentuk dasar untuk membentuk knowledge baru. Tanpa ada orang tidak akan ada knowledge.
2.  Technology
Merupakan infrastruktur teknologi yang standar, konsisten, dan dapat diandalkan dalam mendukung alat-alat perusahaan.
3.  Processes
Yang terdiri dari menangkap, menyaring, mengesyahkan, mentransformasikan, dan menyebarkan knowledge ke seluruh perusahaan dilengkapi dengan menjalankan prosedur dan proses tertentu.
4.    Tujuan Penerapan Knowledge Management
Implementasi knowledge management atau manajemen pengetahuan akan memberikan pengaruh positif terhadap proses bisnis perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung, beberapa manfaat knowledge management atau manajemen pengetahuan bagi perusahaan antara lain:
1.  Penghematan waktu dan biaya. Dengan adanya sumber pengetahuan yang terstruktur dengan baik, maka perusahaan akan mudah untuk menggunakan pengetahuan tersebut untuk konteks yang lainnya, sehingga perusahaan akan dapat menghemat waktu dan biaya.
2.  Peningkatan aset pengetahuan. Sumber pengetahuan akan memberikan kemudahaan kepada setiap karyawan untuk memanfaatkannya, sehingga proses pemanfaatan pengetahuan di lingkungan perusahaan akan meningkat, yang akhirnya proses kreatifitas dan inovasi akan terdorong lebih luas dan setiap karyawan dapat meningkatkan kompetensinya.
3.  Kemampuan beradaptasi. Perusahaan akan dapat dengan mudah beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis yang terjadi.
4.  Peningkatan produktfitas. Pengetahuan yang sudah ada dapat digunakan ulang untuk proses atau produk yang akan dikembangkan, sehingga produktifitas dari perusahaan akan meningkat.

System Technology The Airline of Indonesia “Garuda Indonesia”

Sistem Teknologi Informasi pada bisnis penerbangan, secara umum dibagi dalam dua system, yaitu :

a.    Sistem Front Office

Yaitu yang menyangkut dan bersentuhan langsung dengan pelanggan, contohnya :

  • Sistem reservasi
  • Check in System
  • Boarding system
  • Website online
  • Payment Online
  • E-ticketing system
  • SMS Booking
  • Global Distribution System, dll.

b.  Sistem Back Office

Yaitu yang mendukung jalannya operasional perusahaan, misalnya :

  • software accounting
  • Human Resources Information system
  • ERP system,
  • Kontrol maintenance Aircraft
  • Aircraft Schedule Software
  • Customer Database
  • Air Crew Monitoring System, dll.

Sistem di perusahaan maskapai sangat kompleks, system harus mampu mengintegrasikan system Front Office dan Sistem Back Office.

Database yang digunakan perusahaan Garuda Indonesia :

1. CRM ( Customer Relationship Management)

CRM berkaitan dengan kegiatan penjualan terpadu, marketing dan strategi pelayanan kepada pelanggan.. Melalui CRM Garuda Indonesia menggunakan jaringan pelanggan yang ada saat ini untuk meningkatan pendapatan perusahaan, memperoleh informasi yang lengkap untuk memberikan layanan prima, dan sekaligus memperkenalkan channel procedures yang konsisten.

2. ERP (Enterprise Resource Planning )

Enterprise resource planning PT Garuda Indonesia, Tbk merupakan sebuah kerangka kerja perusahaan secara menyeluruh yang berhubungan dengan pemrosesan pesanan penjualan tiket, manajemen dan pengendalian atau maintenance unit pesawat, perencanaan produksi dan distribusi jasa perusahaan, serta keuangan perusahaan. Garuda indonesia sendiri tentunya telah menerapkan software khusus dalam merancang ERP perusahaan. Garuda indonesia sendiri tentunya telah menerapkan software khusus dalam merancang ERP perusahaan. Fungsi ERP dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Perencaanan produksi

Pada proses produksi jasa perusahaan ini telah didukung dengan perencanaan kebutuhan bahan baku perusahaan secara keseluruhan.

b. Logistik terintegrasi

Kegiatan operasional perusahaan tidak dapat berjalan dengan baik jika tidak adanya logistik yang terintegrasi yakni mulai dari yang berhubungan dengan produksi jasa layanan hingga kepada produk turunan perusahaan.

c. Akuntasi dan keuangan

Semua dana untuk kegiatan operasional PT Garuda Indonesia, Tbk haruslah dibukukan dalam sebuah laporan keuangan tiap bulannya maupun tahunan. Pencatatan tersebut perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat efisiensi perusahaan dalam penggunaan dana. Serta merupakan proses evaluasi manajemen untuk kedepannya. Pencatatan itu disimpan dalam bentuk database yang sistematis dan jelas, akan tetapi dalam hal ini database hanya bisa diakses oleh pihak-pihak tertentu untuk menghindari user dalam penyalahgunaan data.

d. Sumber Daya Manusia

Kegiatan operasional PT Garuda Indonesia, Tbk tidak bisa berjalan dengan baik tanpa ketersediaan pekerja dan kualitas dari pekerja tersebut. Oleh karena itu perencanaan sumberdaya manusia secara tepat perlu dilakukan oleh perusahaan.

e. Distribusi, Penjualan, Manajemen Pemesanan

Proses distribusi, penjualan dan pemesanan tiket PT Garuda Indonesia, Tbk didukung oleh sistem informasi bisnis perusahaan yang didukung dengan kegiatan e-commerce perusahaan baik itu sistembrokerage, affiliate, maupun manufacture.