Analisis SWOT Perusahaan Sari Roti

PT. Nippon Indosari Corporindo

 A. Sejarah Perusahaan

1995 – Berdiri dengan nama PT Nippon Indosari Corporation.
1997 – Beroperasi secara komersial dengan satu pabrik di Blok W, Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat dengan dua lini mesin dan memproduksi roti dengan merek Sari Roti.
2001 – Meningkatkan kapasitas produksi pabrik di Blok W sebesar 100% dengan menambahkan dua lini mesin yaitu untuk jenis roti tawar dan jenis roti manis.
2005 – Membuka pabrik kedua di Kawasan Industri Pasuruan, Jawa Timur, dengan memasang dua lini mesin, guna melakukan penetrasi pasar ke Jawa Timur dan Bali.
2008 – Membuka pabrik ketiga dengan dua lini mesin di Blok U, Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat, guna memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat.
2010 – Penawaran Umum Saham Perdana dilakukan pada tanggal 28 Juni 2010 di Bursa Efek Indonesia.
2011 – Perseroan membuka tambahan tiga pabrik baru di Semarang, Medan dan Cibitung.
2012 – Perseroan meningkatkan kapasitas produksi pabrik Pasuruan, Semarang dan Medan dengan menambahkan satu lini mesin produksi untuk roti manis pada masing-masing pabrik. Selain itu Perseroan pun membangun dua pabrik baru di Palembang dan Makassar.
B. Visi dan Misi Perusahaan
Visi
Menjadi perusahaan roti terbesar di Indonesia dengan menghasilkan danmendistribusikan produk-produk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau bagirakyat indonesia
 Misi
Membantu meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia dengan memproduksidan mendistribusikan makanan yang bermutu tunggi, sehat, halal dan aman bagi pelanggan.
C. Analisis SWOT
Strength:
-Memiliki 8 pabrik produksi yang tersebar di Jawa,Sumatra dan Sulawesi
-Memiliki tiga kelompok produk utama yangmemiliki berbagai varian rasa
 
-Berhasil meraih berbagai pengahrgaan termasukTop Brand dan Top Brand for Kids selama 4 tahun berturu-turut (2009-2013)
-Memiliki supply chain yang luas sehingga produkdapat samapi ke tangan konsumen dengan cepatdan efisien
-Sistem pendistribusian yang cepat
-Membangun jaringan   dengan sistem keagenan
-Harga produk yang terjangkau
-Memperoleh sertifikat Halal dari Majelis UlamaIndonesia

 

Weakness:

-Resiko terkontaminasinya bahan bakuataupun produk saat pendistribusian
-Produk memiliki masa kadaluwarsa yangsingkat
-Belum menjangkau seluruh Pulau diIndonesia, saat ini produk sari roti masihmenjangkau pulau Jawa, Bali, Sumatra,Sulawesi
-Roti tidak hangat jika dibandingkan dengan produk roti rumahan
-Intensitas yang tinggi dalam pendistribusian,sehingga meningkatkan biayadalam distribusi
-Masih menggunakan bahan baku impor.
Opportunities:

-Peluang bisnis dalam pasar industri makanan diIndonesia yang tinggi
-Perubahan pola konsumsi masyarakat Indonesia dikota-kota besar yang mulai berubah mengkonsumsi roti sebagai pengganti nasi
-Belum terlalu banyak kompetitor untuk industri roti berskala besar yang  memiiliki fasilitas produksi berkualitas tinggi pada proses produksinya
-Lokasi pemasaran berada dalam jangkauan wilayah pabrik
Treath:

-Industri roti adalah industri dengan persaingansempurna, yang terdapat banyak kompetitor keluarmasuk dengan mudah.
-Banyak kompetitor dari industri rumahan ataukompetitor yang memiliki gerai menyediakan produk yang masih hangat
-Selera dan cita rasa masyarakat Indonesiatergantung pada budaya setempat, dan Indonesiamemiliki beragam budaya
-Isu penggunaan bahan- bahan pengawet dankualitas bahan baku
-Fluktuasi mata uang yang sering berubah karena perseroan menggunakan bahan baku impor
-Kebijakan pemerintah mengenai UMR

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *